9 April, Hari Nasional Teknologi Nuklir Iran

iran-nuclear-iaea3Pada tanggal 9 April 2008 atau 20 Farvardin 1386, Iran menetapkan sebuah hari bersejarah baru dalam kalender nasional Republik Islam. Setiap tahunnya, hari itu diperingati sebagai simbol tekad bangsa Iran untuk kemajuan di bidang teknologi nuklir damai. Pada hari itu, para ilmuwan nuklir Iran mencapai sebuah prestasi besar di bidang teknologi nuklir yang mencakup sentrifugal generasi kedua. Alat ini kemudian dipasang di reaktor pengayaan uranium Natanz di bawah pengawasan Badan Energi Atom Internasional (IAEA). Dengan suksesnya pelaksanaan proyek ilmiah tersebut, teknologi nuklir Iran memasuki fase industrialisasi pengayaan uranium untuk kepentingan damai dan nama Iran secara resmi masuk dalam daftar negara-negara pemilik teknologi siklus nuklir.

Menyusul pematenan prestasi besar itu, Dewan Tinggi Revolusi Budaya Iran menetapkan momen bersejarah tersebut sebagai Hari Nasional Teknologi Nuklir Iran. Dalam langkah-langkah berikutnya kesuksesan itu, Iran mulai memasang sentrifugal generasi baru di situs nuklir Natanz dan Fordow. Penguasaan teknologi nuklir oleh Iran – meskipun adanya konspirasi dan bahkan teror terhadap ilmuwan nuklir – adalah sebuah prestasi gemilang menuju kemajuan sains dengan tekad dan perjuangan.

Badan Energi Atom Iran (AEOI) – dengan melaksanakan proyek besar siklus bahan bakar nuklir di reaktor pengayaan uranium di bawah pengawasan IAEA – membuktikan bahwa Republik Islam mencapai sebuah fase dari teknologi nuklir, yang memungkinkan mereka untuk melaksanakan proyek-proyek bersama nuklir dengan negara-negara lain, termasuk di bidang pengayaan uranium. Akan tetapi, Iran menegaskan bahwa teknologi nuklir harus digunakan untuk kemajuan dan kemakmuran bangsa-bangsa dan bukan ancaman untuk kemanusiaan.

 Proposal Presiden Hassan Rohani di bidang perlucutan senjata nuklir di Majelis Umum PBB dan langkah-langkah yang diambil Iran selama proses perundingan dengan Barat, adalah bukti bahwa Republik Islam menyerukan penghancuran senjata nuklir, dan pemanfaatan teknologi nuklir untuk kegiatan-kegiatan damai. Usulan Rohani tentang perlucutan senjata nuklir pada September 2013 mendapat pengesahan dalam sidang Majelis Umum PBB. Usulan itu mencakup pelaksanaan segera pembicaraan untuk menyusun sebuah konvensi internasional komprehensif guna mencegah perolehan, produksi, proliferasi, penyimpanan, dan penggunaan senjata nuklir, mempersiapkan kondisi untuk penghancuran penuh senjata pemusnah massal, dan menyelenggarakan sebuah konferensi internasional pada tahun 2018 untuk membahas perlucutan senjata serta menetapkan setiap tanggal 26 September sebagai hari internasional pemusnahan senjata nuklir.

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei juga berkali-kali menegaskan bahwa produksi dan penggunaan senjata nuklir haram hukumnya menurut syariat. Dalam sebuah pesan untuk konferensi internasional perlucutan senjata yang digelar di Tehran pada April 2010, Ayatullah Khamenei menegaskan larangan produksi dan penggunaan senjata kimia dalam sistem Republik Islam Iran. Seraya menjelaskan pandangan-pandangan Iran seputar senjata atom, Ayatullah Khamenei mengatakan, “Republik Islam Iran menganggap penggunaan senjata nuklir dan kimia serta senjata sejenisnya adalah sebuah dosa besar yang tidak termaafkan. Kami telah mencetuskan ide ‘Timur Tengah sebagai zona bebas senjata nuklir’ dan kami berkomitmen dengan itu.” Sikap ini sudah ditetapkan sebagai dokumen resmi Badan Energi Atom Iran.

Meskipun adanya konspirasi luas oleh Barat, tapi teknologi nuklir di Iran telah menjadi salah satu kebanggaan ilmiah bangsa ini. Pada masa sekarang, Iran – dengan memproduksi berbagai jenis radio medicine di pusat-pusat riset medis dan nuklir – berhasil memenuhi sekitar 90 hingga 95 persen dari kebutuhannya untuk para pasien berkebutuhan khusus. Saat ini, Reaktor Riset Nuklir Tehran (TNRC) juga menggunakan bahan bakar yang diproduksi oleh para pakar Iran dan negara ini tidak lagi membutuhkan pihak lain untuk memproduksi uranium dengan tingkat pengayaan 20 persen.

Tiga tahun lalu, Barat – dengan alasan politis – menolak memenuhi kebutuhan bahan bakar TNRC yang sepenuhnya digunakan untuk kepentingan medis. Oleh karena itu, bahan bakar nuklir yang dibutuhkan oleh TNRC diproduksi di situs bahan bakar reaktor nuklir Isfahan. Kendati adanya sejumlah upaya untuk menghalangi kemajuan Iran, tapi bangsa ini bersikeras untuk memperjuangkan hak-hak legalnya di bidang energi nuklir damai. Sanksi, perang psikologi, tekanan politik, ancaman militer, dan bahkan teror terhadap para ilmuwan dan aksi sabotase melalui virus komputer, gagal mencegah bangsa Iran untuk meraih kemajuan di bidang teknologi nuklir.

Iran bergabung dengan Badan Energi Atom Internasional (IAEA) pada tahun 1958 dan pada tahun 1968, negara ini menandatangani Traktat Non-Proliferasi Nuklir (NPT). Berdasarkan pasal satu NPT, semua negara anggota dilarang memproduksi dan mengembangkan senjata nuklir serta menyimpannya. Menurut pasal enam, NPT juga menuntut komitmen negara-negara nuklir untuk melanjutkan perundingan dengan itikad baik guna mencapai perlucutan senjata global. Akan tetapi, negara-negara pemilik senjata nuklir bersikeras untuk mempertahankan arsenal nuklir mereka dan setiap tahunnya, mereka menghabiskan dana besar untuk produksi generasi baru senjata nuklir dan pemeliharaannya.

Meski demikian, Barat – dengan mengadopsi standar ganda – menekan Iran dengan berbagai sanksi yang disahkan melalui Dewan Keamanan PBB dan juga sanksi-sanksi sepihak. Sepanjang satu dekade lalu, rezim Zionis Israel melalui Komite Urusan Publik Israel-Amerika (AIPAC) juga berupaya untuk menghalangi pengakuan hak-hak nuklir Iran oleh dunia.

Bangsa Iran telah membuktikan kepada dunia bahwa sanksi dan tekanan tidak akan menghalangi mereka untuk mengukir prestasi besar di semua bidang. Bangsa ini telah membulatkan tekad untuk melawan ketidakadilan di dunia dan arogansi kubu Barat. Penetapan Hari Nasional Teknologi Nuklir juga prestasi lain bangsa Iran dalam melawan tekanan Barat. Semua prestasi ilmiah bangsa Iran membuktikan bahwa mereka tidak mengenal kata menyerah untuk menduduki puncak kemajuan sains dan teknologi.

Pada dasarnya, kemajuan bangsa Iran di bidang teknologi nuklir damai adalah buah dari perlawanan terhadap arogansi Barat dan tekanan politik kekuatan-kekuatan besar serta hasil dari diplomasi efektif pemerintah dalam perundingan nuklir. Alasan utama kesuksesan ini adalah sikap tegas Iran dalam memperjuangkan hak-hak nuklirnya di tengah pengetatan sanksi. Barat sekarang berkesimpulan bahwa Republik Islam tidak akan pernah berkompromi mengenai garis merah negara.

Laporan terbaru Dirjen IAEA Yukiya Amano kepada dewan gubernur organisasi itu menunjukkan bahwa klaim-klaim tentang penyimpangan dalam program nuklir Iran sama sekali tidak berdasar dan tidak valid. Meski demikian, Republik Islam selalu bersedia duduk di meja perundingan dengan kelompok 5+1 dan IAEA untuk mengakhiri kekhawatiran tak berdasar Barat mengenai aktivitas nuklirnya. Saat ini, proses negosiasi Iran dan Barat masih berlanjut untuk membangun kepercayaan dan perundingan mulai memasuki tahap awal untuk mencapai kesepakatan komprehensif.

Berdasarkan kesepakatan interim antara Iran dan Barat, semua kegiatan nuklir Iran tidak ada yang terhenti dan Tehran hanya membatasi tingkat pengayaan uranium secara sukarela selama enam bulan. Kesepakatan itu merupakan sebuah prestasi penting dan juga langkah awal menuju perjanjian komprehensif. Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif mengatakan, solusi final atas sengketa panjang mengenai program energi nuklir Iran akan menguntungkan kedua belah pihak. Dia juga menegaskan penentangan kuat Iran terhadap proliferasi senjata pemusnah massal dan menyatakan bahwa senjata nuklir tidak memiliki ruang dalam doktrin pertahanan Republik Islam.

Singkat kata, Republik Islam Iran – sesuai dengan keyakinan agama, prinsip kemanusiaan, dan doktrin pertahanan negara – menentang produksi senjata pemusnah massal, namun menolak berkompromi mengenai hak-hak legalnya dan kemajuan negara. (IRIB Indonesia/RM)

Share This Post

Related Articles

One Response to “9 April, Hari Nasional Teknologi Nuklir Iran”

  1. yoga putra mengatakan:

    iran hebat !

Leave a Reply


enam + = 8

© 2017 Blog Nuklir. All rights reserved. Site Admin · Entries RSS · Comments RSS
Powered by WordPress · Designed by Theme Junkie