ESDM: Beras Saja dari Nuklir, Kenapa Harus Takut PLTN?

Jakarta -Masih banyak masyarakat yang takut bila daerahnya dibangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN). Padahal dalam kehidupan sehari-hari, masyarakat sudah akrab dengan nuklir, salah satunya beras yang dimakan sehari-hari.

“Kenapa harus takut sih ada PLTN? Kita makan nasi, berasnya itu hasil nuklir, di BATAN (Badan Tenaga Nuklir Nasional) itu benih pagi diutak-atik gen-nya sama nuklir, sehingga benihnya cepat tumbuh, tanah hama, produksinya banyak,” ujar Direktur Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Rida Mulyana, kepada detikFinance, Jumat (8/5/2015).

“Ibu hamil di USG (ultrasonografi) itu kan diradiasi nggak papa kan? Kita sehari-hari itu sudah akrab dengan nuklir,” ucap Rida.

Ia mengakui, ketakutan masyarakat terhadap nuklir memang sudah dipupuk sejak kecil, khususnya di Sekolah Dasar (SD). Karena diajarkan sejarah peristiwa perang dunia, yaitu bom Hiroshima dan Nagasaki di Jepang.

“Jadi kalau orang bicara nuklir untuk energi semua orang langsung takut, karena sudah dididik sejak kecil Hiroshima dan Nagasaki, jadi seram, bom atom,” katanya.

Untuk itu dalam waktu dekat, pihaknya akan meluncurkan Buku Putih PLTN, yang isinya semua tentang PLTN. Misalnya apa itu nuklir, apa itu PLTN dan sebagainya, agar masyarakat dan para pejabat di Indonesia mengerti. Bahkan suka tidak suka Indonesia itu akan bangun nuklir.

“Ini lagi dicetak, di buku putih itu semuanya dibahas, agar rakyat dan pejabat di Indonesia paham, bahwa nuklir untuk energi itu baik. Kita bukan menciptakan bom kok, kita buat untuk energi, di mana banyak daerah di Indonesia kekurangan listrik,” tutup Rida.

Share This Post

Recent Articles

Leave a Reply


5 + = empat belas

© 2017 Blog Nuklir. All rights reserved. Site Admin · Entries RSS · Comments RSS
Powered by WordPress · Designed by Theme Junkie