Rusia dan Tiongkok Bangun PLTN Terapung Pertama di Dunia

130313_rosatomJAKARTA, KOMPAS.com - Rusia dan Tiongkok sepakat untuk memulai proyek Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) terapung pertama di dunia. Rencananya, proyek itu akan dimulai 2018 nanti.

Pembangunan proyek PLTN terapung itu melibatkan dua perusahaan nuklir kedua negara yaitu Rusatom (anak perusahaan Rosatom, BUMN Nuklir asal Rusia) dan China National Nuclear Corporation (CNNC) New Energy.

Berdasarkan siaran pers Rosatom yang diterima Kompas.com, Rusia sudah melakukan penelitian di sektor energi nuklir dan mengidentifikasi persoalan geografis negara ini sejak tahun 1950-an, atau ketika negara itu masih berada di bawah Uni Soviet.

“Kondisi geografi terkadang menjadi kendala bagi suatu negara untuk mewujudkan pemerataan ekonomi dan pembangunan. Tak hanya Indonesia yang kesulitan menjangkau pulau terluar dan terpencil, Rusia juga punya persoalan untuk mengembangkan wilayah utara,” seperti dikutip dari siaran pers Rosatom, Jakarta, Senin (11/5/2015).

Menurut Rosatom, PLTN terapung sangat unik. PLTN ini tidak memiliki kapasitas besar, maksimal hanya 70 MW dan bisa dipindahkan ke mana-mana karena didirikan di atas kapal.  Jadi, seluruh produksi listrik akan berpusat di kapal yang bisa berlayar di lautan dan berlabuh di mana pun.

Sementara itu untuk keamanan, Rosatom memastikan pengayaan bahan bakar uranium yang digunakan untuk PLTN terapung itu juga tidak akan melebihi batas tingkat yang telah ditentukan oleh International Atomic Energy Agency (IAEA) dalam rezim non-proliferasi, yaitu 20 persen. Hal ini untuk memastikan penggunaan PLTN terapung berada di bawah hukum internasional.

Share This Post

Related Articles

Leave a Reply


tujuh − = 1

© 2017 Blog Nuklir. All rights reserved. Site Admin · Entries RSS · Comments RSS
Powered by WordPress · Designed by Theme Junkie